Dunia Binatang-Fauna

10 Dinosaurus Paling Populer Sepanjang Masa Versi Korando

10 Dinosaurus Paling Populer Sepanjang Masa Versi beritasepuluh.com

1. Tyrannosaurus Tyrannosaurus Rex atau yang biasa disebut T-Rex merupakan dinosaurus pemangsa yang paling ditakuti. Ilmuwan meyakini di masa kejayaannya ratusan juta tahun lalu, T-Rex menjadi ‘penguasa’ dan predator ulung yang kerap menerkam dinosaurus lainnya. Tyrannosaurus rex merupakan salah satu jenis dinosaurus karnivora yang terbesar. T-rex dapat tumbuh sepanjang 12,5 meter (sekitar 40 kaki)dan berat mencapai 4-7 ton . Dinosaurus ini memangsa dinosaurus herbivora besar seperti triceratops dan edmontosaurus yang merupakan herbivora terbesar di saat itu. Selain itu tyrannosaurus juga diketahui memiliki salah satu gigitan terkuat dibanding hewan darat lain yang pernah ada. Meskipun tubuh dan kepalanya amat besar tyrannosaurus memiliki suatu kejanggalan, yaitu tangannya yang amat kecil, menurut para ahli, tangan yang kecil milik Tyrano saurus hanya digunakan pada saat berhubungan badan. Tyrannosaurus kemungkinan memakainya untuk bangkit dari tanah saat berbaring. Selain itu ada sedikit bukti kalau mereka memiliki bulu. Tengkorak tyrannosaurus sendiri panjangnya kurang lebih 1,5 meter (sekitar 5 kaki). Rahangnya memiliki gigi yang amat besar sepanjang kurang lebih 15 cm (terbesar) dan sangat kuat. Panjang tubuh monster ini kemungkinan sekitar 11-12,4 meter (berdasarkan spesimen terbesarnya yaitu “Sue”). Namun baru-baru ini diketahui bahwa T-rex dapat tumbuh hingga 13 meter. T-rex dapat berlari hingga 40 km/jam,letak matanya pada kepalanya mirip dengan serigala, mata itu digunakan untuk melihat keadaan musuhnya atau mangsanya.

2. Triceratops Triceratops merupakan jenis dinosaurus yang memiliki tiga buah tanduk. Hewan berkaki empat tersebut dapat tumbuh hingga setinggi 7,5 meter. Triceratops (dari bahasa Yunani, artinya “wajah bertanduk tiga”) merupakan jenis dinosaurus bertanduk tiga yang berbadan besar. Panjangnya bisa mecapai 9 m, tingginya sekitar 3, 8 m dan berat 6, 5 ton. Panggilan pendeknya Tritop. Dinosaurus ini jarang lari ketakutan karena Tyrannosaurus, karena biasanya mereka melindungi diri mereka dengan tanduknya yang tajam. Pernah disebut sebagai dinosaurus ksatria, karena bentuk kombinasi kepala dan tanduknya membuat dirinya seperti seorang ksatria dengan pedang dan tameng. Sebutan ini ada benarnya, karena kulit yang berada pada posisi ‘tameng’ amatlah keras. Selain itu tanduknya yang tajam mampu membuat lawan ketakutan.  Triceratops memiliki tiga tanduk, dua di alisnya dan satu di hidungnya. Panjang tengkoraknya mencapai 2 m. Triceratops memiliki empat kaki kokoh untuk menopang tubuhnya. Beberapa ahli mengatakan Triceratops tidak bisa berlari cepat, namun mereka dapat mencapai kecepatan setidaknya 30 km/jam. Para ilmuwan mengatakan Triceratops hidup antara 72 dan 65 juta tahun yang lalu sebenarnya hanya Torosaurus muda. John Scannella dan Jack Horner di Museum of Rockies di Bozeman, Montana menganalisis tengkorak dari dinosaurus yang telah diklasifikasikan sebagai Triceratops dan Torosaurus. Tapi para peneliti mengatakan bahwa Triceratops hanya versi muda Torosaurus dan tanduknya berubah bentuk sebagai dinosaurus dewasa.Kedua binatang punya tiga tanduk tapi pada sudut yang berbeda dan torosaurus “leher-embel-embel yang lebih tipis, halus dan memiliki dua lubang di dalamnya “Ketika mencapai kematangan lubang dikembangkan di-embel-embel lehernya. Penelitian, yang muncul dalam Journal of Vertebrate Paleontology, mengatakan bahwa leher-embel-embel dan tanduk berubah bentuk sebagai hewan tua karena mereka kenyal dan tidak akan mengeras seperti dinosaurus dewasa lainnya.Scannella mengatakan. “Bahkan dalam spesimen yang paling matang bahwa kita sudah memeriksa, ada bukti bahwa tengkorak itu masih mengalami perubahan dramatis pada saat kematian.”

3. Stegosaurus Stegosaurus artinya “kadal beratap”, karena sisik besar di punggungnya. Stegosaurus  adalah sebuah genus dinosaurus herbivora besar dari Awal Jurassic di Amerika Utara. Spesies ini adalah salah satu jenis dinosaurus yang paling mudah diidentifikasi, karena kedua baris sisik yang saling silang di punggungnya (dasar untuk nama ilmiahnya) dan 2 pasang duri panjang di ekornya (disebut thagomizer). Paleontologis sempat memperdebatkan bagaimana sisik-sisik di punggung Stegosaurus tersusun.Karena sisik tersebut berada di atas lapisan otot punggung (paleontologis bahkan memperkirakan sisik tersebut memiliki pembuluh darah)maka saat Stegosaurus mati dah memfosil, sisik-sisik tersebut terlepas dan saling bertumpukan. Pendapat pertama mengatakan bahwa sisik Stegosaurus menutupi punggungnnya, pendapat kedua mengatakan bahwa sisik-sisik tersebut berdiri tegak dan saling bersebelahan dan pendapat terakhir yang paling disetujui adalah sisik-sisiknya berdiri tegk dengan posisi saling silang. Satu hal yang sering menimbulkan salah paham mengenai Stegosaurus adalah rongga pada ujung ekornya. Dahulu paleontologis mengira bahwa rongga tersebut berisi otak Stegosaurus, sehingga menimbulkan anggapan bahwa Stegosaurus merupakan Dinosaurus yang pintar karena memiliki 2 otak. Belakangan diketahui bahwa anggapan tersebut adalag salah. Stegosaurus bukanlah Dinosaurus yang cukup pintar karena otaknya hanya sebesar bola golf dan rongga pada ekor Stegosaurus adalah tempat melekatnya otot-otot ekor yang sangat kuat, yang digunakan sebagai alat pertahanan diri dengan mengayunkan ekor berdurinya sekeras mungkin ke arah penyerangnya. Stegosaurus adalah salah satu dinosaurus paling tenang,namun penyerangnya seperti Allosaurus atau Saurophaganax akan menghadapi pertahanan kuat-lempeng dengan semburat merah(karena darah yang dipompakan ke dalam ruang lempengannya saat merasa terancam), serta ayunan ekor yang sangat berbahaya.Duri ekor Stegosaurus dapat mencapai lebih dari 1 m panjangnya,dan dapat melubangi pemangsa sampai sedalam 90 cm.Para paleontolog pernah menemukan fosil seekor Allosaurus dengan tulang belakang yang berlubang sepasang, membuktikan bahwa herbivora sekalipu seperti Stegosaurus bisa mematikan.

4. Brachiosaurus  File:Argentinosaurus DSC 2943.jpg

Brachiosaurus adalah salah satu jenis dinosaurus herbivora dari kelompok Saurischia pinggul dan termasuk ke dalam kelompok Sauropodomorpha (Sauropoda).
Brachiosaurus adalah salah satu dinosaurus raksasa yang sudah dikenali dengan sangat baik. Brachiosaurus adalah genus dinosaurus sauropod dari Formasi Morrison Jurassic Amerika Utara.
Pertama kali dijelaskan oleh Elmer S. Riggs pada tahun 1903 dari fosil yang ditemukan di Grand River Canyon (sekarang Sungai Colorado) dari barat Colorado, di Amerika Serikat. Seperti semua dinosaurus sauropoda, Brachiosaurus adalah hewan berkaki empat dengan tengkorak kecil, leher panjang, batang besar dengan penampang tinggi elipsoid,ekor panjang, berotot dan ramping. Di perkirakan ukuran tubuh Brachiosaurus memiliki panjang 26 meter dengan berat mencapai 70-80 ton.  Brachiosaurus termasuk satu dari tujuh dinosaurus terbesar sepanjang masa.Panjang tubuhnya bisa mencapai 26,5 m dengan tinggi 14 m atau lebih tinggi daripada gedung empat lantai dengan berat 50-70 ton. Brachiosaurus jarang diserang-mereka hidup dalam kelompok kecil dan bisa dengan mudah menghancurkan predator potensial seperti Allosaurus atau Saurophaganax dengan menginjaknya menggunakan bobot tubuhnya yang luar biasa.Panjang tengkoraknya sekitar 80 cm

5. Oviraptor Bagi para penelitidinosaurus, Oviraptor adalah penemuan fosil yang paling banyak dibicarakan dan menjadi debat yang menarik di beberapa tahun belakangan ini. Fosil pertama ditemukan di tahun 1920-an yang nampaknya memperlihatkan bahwa Oviraptor adalah pemakan daging yang senang mencuri telur. Namun fosil Oviraptor yang masih sangat baik keadaannya sedang duduk di sarang memperlihatkan bahwa dinosaurus ini tidak meninggalkan telurnya untuk menetas tanpa bantuan, namun tetap menjaga mereka tetap hangat seperti yang dilakukan burung pada saat ini. Bukti ini mendukung pendapat bahwa burung adalah dinosaurus saat ini, keturunan dari dinosaurus pemakan daging seperti Oviraptor. Mahkota menarik diatas kepala dinosaurus ini bisa saja untuk di pamerkan, untuk menghasilkan suara keras, atau berfungsi untuk tubuhnya, seperti untuk mendinginkan otaknya. Ukuran binatang ini panjangnya sekita 2 meter dan bobot diperkirakan antara 60 – 100 kilogram. Makanannya diperkirakan sebagai dinosaurus pemakan daging, namun mereka juga mungkin pemakan segala. Oviraptor adalah dinosaurus berkaki dua, yang sudah mengalami diversifikasi besar dari spesiesnya. Oviraptor termasuk spesies pemakan tanaman yang hidup di daerah China, Mongolia, dan Alberta selama periode Cretaceous, pada zaman akhir Dinosaurus. Tulang akhir pada ekor kelompok dinosaurus oviraptor, tergabung bersama-sama dan bergerigi pisau. Struktur ini disebut pygostyle, di antara burung modern saat ini masih memiliki struktur serupa. Tidak ada bukti fosil oviraptor yang ditemukan mengikuti spesis Similicaudiptery, namun peneliti mengatakan ada bukti kuat bahwa spesis ini memiliki bulu ekor. Oviraptor memiliki struktur ekor yang sama seperti Similicaudipteryx berbulu, ekor Oviraptor masih memiliki sifat yang sama melambaikan bulu ekor pada pasangannya. Hipotesis melambaikan ekor Oviraptor di dukung kedua tulang dan struktur otot ekor. Vertebra pada pangkal ekor oviraptor dikategorikan pendek dan banyak yang menunjukkan fleksibilitas yang sangat besar. Berdasarkan pembedahan reptil dan ekor burung modern, rekonstruksi otot ekor dinosaurus menjelaskan bahwa Oviraptor menggunakan lambaian pada bulu ekor. Pada zaman akhir, berbagai spesis dinosaurus menggunakan bulu untuk terbang dan mengisolasi tubuh dari cuaca dingin. Selain bulu ekor melambai, Oviraptor memiliki puncak tulang yang menonjol di kepala dan menjelaskan bahwa spesis ini mungkin mengunakannya pada perkawinan. Antara jambul kepala dan bulu ekor bergetar, oviraptor memiliki kecenderungan eksibisionisme visual.

6. Apatosaurus  Apatosaurus atau sering dipanggil Brontosaurus (yang berarti “kadal kilat”).  Apatosaurus adalah sebuah genus dinosaurus sauropoda yang sudah tidak dipakai lagi. Spesies Brontosaurus excelsus dinamakan oleh penemunya Othniel Charles Marsh, pada tahun 1879 dan nama ini tetap dipakai dalam literatur resmi sampai kurang lebih tahun 1974, meskipun sudah dikenal sebagai sebuah spesies dari genus yang telah disebut sebelumya, Apatosaurus, pada tahun 1903. Brontosaurus adalah dinosaurus yang mempunyai leher sangat panjang dan termasuk dinosaurus herbivora, panjang tubuh mereka bisa mencapai 26 meter dengan berat 32 ton, berat ini bisa melebihi 6 ekor gajah. Diperkirakan hidup di zaman Jura. Selain itu musuh utamanya adalah karnivora besar seperti Allosaurus. Habitatnya biasanya di tepi danau dan di hutan. Namun, setelah beberapa tahun nama Brontosaurus diganti kembali menjadi Apatosaurus. Apatosaurus adalah suatu binatang laut melata raksasa yang hidup 150 juta tahun silam pada zaman prasejarah yang sudah punah, termasuk binatang yang hidup bersama Dinosaurus pada zaman Jura. Pada 5 Oktober lalu, ilmuwan asal Norwegia mengumumkan, bahwa mereka menemukan fosil Apatosairus yaitu binatang laut raksasa prasejarah di kepulauan Svalbard Kutub Utara. Menurut berita, ini merupakan fosil kerangka pertama Apatosaurus yang terawat utuh yang ditemukan manusia saat ini. Seorang tokoh dari museum sejarah alam Universitas Oslo, Norwegia menuturkan, bahwa peneliti menemukan fosil Apatosaurus raksasa dengan panjang kurang lebih 10 meter ini di atas pulau Spitsbergen kepulauan Svalbard sekitar 500 km sebelah Utara daratan Norwegia pada Agustus lalu. Saat ini, masih ada sebagian fosil terkubur di sebuah lereng gunung yang masih belum tergali keseluruhannya. Bergigi Lebih Besar Dari MentimunSalah satu penemu fosil, seorang asisten dosen Universitas Oslo menuturkan, ia meyakini fosil ini adalah penemuan pertama fosil Apatosaurus yang utuh. Menurutnya, “Kami yakin, fosil kerangka lengkap dan utuh. Kami sudah berhasil menggali tengkoraknya, bahkan melihat sebagian ruas tulang belakang sepanjang kurang lebih 6 meter yang mencuat di permukaan.” Apatosaurus merupakan salah satu binatang vertebrata (binatang bertulang belakang) laut yang paling ganas pada zaman Dinosaurus. Karena itu oleh para ilmuwan ia disebut “makhluk penguasa samudera”. Ukuran tubuhnya setara dengan panjang sebuah bis, gigi lebih besar dari mentimun, moncong yang lebar dapat menelan satu orang dewasa.” Pada 1994 silam, ilmuwan dari Universitas Bristol pernah menggali sebuah fosil kerangka Apatosaurus yang nyaris utuh di tenggara Inggris. Fosil serupa ditemukan juga di Argentina dan Rusia serta daerah lainnya, namun bukan berupa kerangka yang utuh. Ditilik dari ukuran atau sudut secara keseluruhan, fosil-fosil yang ditemukan itu dapat dikatakan sangat langka.

7. Allosaurus  Allosaurus merupakan dinosaurus karnivora terbesar dalam Periode Jurasik. Allosaurus merupakan salah satu jenis dinosaurus yang paling baik dikenal sejauh ini selain karnivora terdahulu lainnya seperti Megalosaurus dan Tyrannosaurus rex. Allosaurus adalah Theropoda terbesar di Periode Jurasik. Panjang tubuh maksimal Allosaurus dewasa bisa mencapai sekitar 12 m dengan tinggi sekitar 4 m dan berat mencapai 6 ton. Terdapat beberapa jenis Allosaurus yang berbeda, seperti Allosaurus fragilis, Allosaurus amplexus(terbesar), Allosaurus maximus, Allosaurus ferox, dan Allosaurus atrox. Panjang tengkorak mereka bervariasi, namun yang terbesar sekitar 1, 45 m panjangnya, dengan puluhan gigi tajam bergerigi sepanjang 12 cm untuk mencabik-cabik mangsa. Allosaurus, walau merupakan pemangsa teratas di zamannya, pada awalnya mereka menetas dengan ukuran yang kecil, yang membutuhkan perawatan dari induknya. Allosaurus adalah karnivora eksklusif, yang memburu dan memakan dinosaurus herbivora lain seperti Camptosaurus, Diplodocus, Apatosaurus, Stegosaurus, dan Kentrosaurus. Metode menyerang dari dinosaurus raksasa ini telah diketahui dengan baik. Allosaurus diduga kuat menyergap mangsa semacam Ornithopoda karena mereka dapat berlari cepat, dan mengejar mangsa lambat seperti Sauropoda. Allosaurus memiliki gigi yang kuat, tajam, dan bergerigi di bagian belakang. Gigi khusus seperti ini terdapat pada semua Allosauridae. Dibandingkan karnivora lain, gigitan Allosaurus cenderung lemah namun otot-otot lehernya sangat kuat. Allosaurus menggunakannya untuk mengayunkan rahangnya yang terbuka maksimal, kemudian dengan sekuat tenaga akan menghunjamkan rahang atasnya langsung ke mangsa, menyebabkan cedera serius dan pendarahan yang hebat. Metode ini kadang disebut ‘metode kapak’ karena tindakan ini bisa membunuh mangsa semudah kapak memotong kayu. Allosaurus termasuk dinosaurus dengan penyebaran luas. Sisa-sisanya ditemukan terutama di Amerika Serikat, kemungkinan Eropa hingga Lembah Tendaguru di Tanzania, sampai Australia. Namun penemuan Allosaurus di Australia tidak dapat dibuktikan lebih jauh. Fosilnya terdapat di batuan Awal Kretaseus, dan hanya bagian dari tulang kaki. Lebih besar kemungkinan Allosaurus tersebut adalah spesies Allosauridae baru, yang dinamai Australovenator, yang ukurannya hanya setengah dari Allosaurus Amerika Utara. Allosaurus dimunculkan dalam banyak buku dan film,termasuk Walking With Dinosaurs produksi BBC dalam episode kedua: Time for Titans.Allosaurus digambarkan lebih kecil daripada Stegosaurus,walau sebenarnya Allosaurus sedikit lebih tinggi daripada Stegosaurus.Allosaurus juga muncul dalam film dinosaurus terbaru,Planet Dinosaur produksi BBCOne dalam episode ‘Fight for Life’,yang digambarkan menyerang dan memakan seekor Camptosaurus.

8. Parasaurolophus  Parasaurolophus adalah dinosaurus berparuh bebek, atau hadrosaurid, yang hidup pada periode Kapur Akhir, sekitar 76,5-73 juta tahun yang lalu. Parasaurolophus adalah dinosaurus terkenal, karena jambulnya yang panjang seperti tabung, yang diyakini digunakan untuk tujuan komunikasi dengan sesamanya. Habitatnya ada di Isla Nublar dan Isla Sorna, dan diperkirakan menjadi mangsa favorit Tyrannosaurus. Parasaurolophus memiliki tubuh sepanjang 10 meter, tinggi 4 meter, dengan berat 2-3 ton. Yang betina dicirikan dengan warna tubuh hijau gelap, kadang bergaris hitam besar. Sedang yang jantan warna tubuhnya bervariasi, dari jingga-cokelat, hitam-cokelat, hijau-cokelat, hingga merah. Parasaurolophus betina memiliki tubuh yang lebih kecil dibanding yang jantan, dan memiliki jambul yang lebih melengkung dibanding yang jantan. Hewan pemakan tumbuhan ini dikenal sebagai Parasaurolophus, dan hidup di bumi sekira 75 juta tahun lalu. Dinosaurus dalam kelompok ini juga dikenal dengan bentuk kepalanya yang menyerupai tabung, yang berfungsi membuat suara tertentu untuk memanggil kawanannya. Spesimen mungil ini, si Joe, sangatlah muda. Bahkan kepalanya terlihat hanya seperti tonjolan.

9. Pteronodon Pteranodon dari Zaman Kapur Akhir (ConiacianCampanian, 89,3-70,6 juta tahun yang lalu) Amerika Utara (Kansas, Alabama, Nebraska, Wyoming, dan South Dakota), adalah jenis pterosaurus besar dengan bentang sayap mencapai 9 meter. Pteranodon hidup sekitar 85 sampai 86 juta tahun yang lalu, yaitu pada periode Cretaceous. Fosilnya ditemukan di seluruh dunia. Banyak yang ditemukan di utara Amerika, tempat yang dulunya merupakan samudera luas. Panjang rentang sayap Pteranodon mencapai 9 meter, tapi beratnya hanya sekitar 20 kg. Panjang mahkota kepalanya mencapai 90 senti. Seperti burung zaman sekarang, tulang-tulang Pteranodon kosong supaya ringan. Tubuhnya diselimuti bulu agar tetap hangat. Sayapnya terbuat dari kulit tipis yang terentang diantara tubuh, tangan, dan jarinya, sama seperti sayap kelelawar. Di darat Pteranodon berjalan dengan tangan dan kaki, sementara sayapnya ditekuk ke belakang. Kelingkingnya sebenarnya adalah jarinya yang paling panjang, sebab membentang dari tangan sampai ujung sayap. Mahkota Pteranodon jantan lebih besar daripada yang betina. Perilaku Pteranodon mirip dengan burung zaman sekarang. Pteranodon membangun sarang dan mengerami telurnya, meskipun penemuan baru-baru ini membuktikan telurnya berlapis kulit, dan tidak berkulit keras seperti telur burung. Kemungkinan Pteranodon memperlakukan anak-anaknya seperti burung laut sekarang ini. Meskipun Pteranodon dapat terbang seperti burung dengan cara mengepakkan sayap, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di udara, menunggang aliran udara untuk menghemat energi. Sama sepeti burung laut, ia mencari gerombolan ikan dan menciduknya sambil terbang rendah di bawah permukaan air. Ilmuwan menduga Pteranodon mempunyai kantong di bawah paruhnya, mirip pelikan. Pada hari-hari cerah, sebagian laut dan darat hangat oleh panas matahari. Daerah-daerah yang gelap cenderung menyerap lebih banyak panas. Udara di atas daerah tersebut jadi hangat dan mulai naik. Aliran udara yang naik ini disebut “termal”. Burung-burung berbadan besar, seperti albatros dan burung pemakan bangkai, mengetahui aliran udara ini. Mereka memanfaatkan termal untuk melesat naik dengan cara berputar. Pteranodon mungkin melakukan hal serupa

 

10. Pachycephalosaurus Pachycephalosaurus (“kadal bertengkorak tebal”) adalah herbivora ornithischien pachycephalosaurid dari keluarga yang tinggal pada zaman Kapur Akhir di Amerika Utara. Genus ini diwakili oleh spesies P. wyomingensis.  Kerangka pachycephalosaurs secara keseluruhan belum pernah ditemukan. Segala yang diketahui tentang pachycephalosaurs hanya berasal dari tengkorak spesies ini dan juga kerangka dari spesies keluarga yang sama. Selain tengkorak dengan kubah tebal, beberapa karakteristik hewan ini memberikan kesan yang aneh. Terlepas dari kenyataan bahwa pachycephalosaurs hidup di zaman Cretaceous di antara genera dan spesies yang lebih maju, ia masih memiliki lima jari di tangannya, suatu sifat agak primitif di kalangan dinosaurus, begitu juga dengan gigi, yang menyerupai Stegosaurus, yang hidup 100 juta tahun sebelumnya. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan meyakini bahwa kubah sangat tebal (sampai dua puluh sentimeter tinggi) yang melapisi tengkorak hewan itu digunakan untuk ritual tempur seperti muskox, di mana hewan-hewan itu saling menanduk satu sama lainnya. Namun, morfologi tengkorak demikian tidak memungkinkan, karena struktur kubah secara menyeluruh tidak mampu meredam benturan. Selain itu, bentuk bulat dari kubah akan dibelokkan sasaran benturan dan sangat mungkin menyebabkan luka parah pada leher kedua. Akhirnya, tidak ada bukti keausan pada kubah akibat benturan berulang ditemukan pada kerangka. Menurut Kenneth Carpenter, Pachycephalosaurus lebih suka menggunakan mahkota tanduknya untuk bertarung dengan memberikan tembakan ke samping atau dari bawah ke atas, yang akan menjelaskan keausan tanduk pada spesimen tua ini. Menurut beberapa ahli paleontologi, termasuk Jack Horner, Dracorex dan Stygimoloch sebenarnya merupakan bagian dari tahap pertumbuhan Pachycephalosaurus: Kubah belum terbentuk pada Dracorex dan masih dalam proses perkembangan pada Stygimoloch. Tanduk mahkota di sekitar kubah menyusut dan menjadi benjolan tulang pada Pachycephalosaurus.

Kumpulan Artikel Lengkap Dinosaurus Di Korando

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s