*Hukum-HAM

Ahmad Dani Diteror Bom Buku

1508053456083.jpgDi tengah kekawatiran masyarakat Indonesia dengan ancaman teror bom buku, Artis musik ternama Ahmad Dani juga menerima paket yang mencurigakan. Paket bom berupa buku di rumahnya, Jalan Pinang Mas 3, Jakarta Selatan, dua hari sebelumnya. Namun, paket tersebut baru dibuka Kamis (17/3) Akhirnya Tim Gegana berhasil meledakkan bom buku itu pada pukul 12.00 WIB.

Dalam penjelasannya kepada televisi, Ahmad Dani menjelaskan bahwa telah menerima buku berjudul ” Yahudi Militan” karangan Alamsyah Muhtar yang memintanya untuk memberikan kata pengantar. Sebenarnya paket tersebut sudah datang dua hari sebelumnya yang baru dibuka. Dalam twitternya Dani mengaku malam sebelumnya menerima tweet dari followernya yang mengatakan “lihatlah besok ada sesuatu”. Tetapi tanpa sepengetahuannya, ibu Ahmad Dani sudah paranoid dulu sehingga langsung mengontak polisi. Pengirim paket tersebut Alamsyah Muhtar beralamat Jl Dermaga 21 Bogor setelah diselidiki tidak ada. Danipun mengaku sudah menghubungi nomer telepon pengirim tetapi tidak bisa dikontak.

Polisi yang dihubungi ibunya, mengatakan bahwa paket tersebut.mirip 3 bom buku lainnya. Setelah itu paket buku yang dicurigai bom itu akhirnya ditangani tim gegana.

Tim Gegana sudah mengamankan paket yang diduga bom di rumah bos Manajemen Republik Cinta itu. Paket tersebut dimasukkan ke dalam box khusus dan dibawa ke Markas Komando, Gegana di Petamburan, Slipi, Jakarta Barat.

Dani mengaku bahwa selama ini tidak mempunyai musuh. Tetapi bila dikaitkan dengan kesamaan dengan Ulil, bisa saja karena mempunyai ide yang sama. Dani mengatakan selama ini banyak tulisan atau anggapan bahwa dia adalah seorang antek Yahudi. Ulil adalah ketua JIL yang menerima paket bom buku sehari sebelumnya.

Tim gegana dalam melakukan pengamanan itu melakukan disposal. Penangan bom kali ini dilakukan di Marko Gegana.

Sementara itu di Yogjakarta juga terjadi teror bom di rumah dinas Kapolda DIY, Brigjen Ondang Sutarsa, di Jalan Adisucipto. Pelaku sudah berani meneror pejabat kepolisian nomor satu di DIY pada Rabu malam.

Tiga Teror Paket Bom Buku

Sebelumnya paket heboh itu pertama kali ditujukan kepada aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla di kantor JIL Utan Kayu Jakarta.

Bingkisan paket berisi bom yang ditujukan untuk aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla, meledak ketika akan bedrusaha dijinakkan oleh petugas bukan yang bekompeten atau bukan petugas gegana di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur.

Paket Buku Bom berbungkus kertas coklat yang dikirimkan ke Sekretariat Institut Studi Arus Informasi (ISAI) di Jalan Utan Kayu Nomor 68 H, Jakarta Timur, pada pukul 1030 WIB. Paket buku berisi bom tersebut sampai di radio 68H. Buku tersebut bertuliskan “Mereka harus dibunuh karena dosa-dosanya terhadap Islam”. Pengirim paket buku bom tersebut dengan tertulis nama pengirim Sulaiman Ashar Bogor.

Bingkisan itu meledak pada pukul 16.10.
setelah Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan mencoba menjinakkan paket bom tersebut. Akibat ledakan, tangan Kompol Dodi Rahmawan terluka bahkan hampir putus. Sebenarnya saat kiriman paket bom datang Tim Gegana sudah dikontak. Tetapi karena sampai 11/2 jam belum datang beberapa petugas polisi berusaha menjinakkannya.

Dengan panduan lewat telepon petugas lainnya Kompol Dody berusaha menjinakkan sendiri tanpa menunggu tim gegana. Lewat petunjuk tersebut petugas tersebut berusahan menjinakkan bom yang berada dalam pakut buku tersebut dengan menyiram air dan membukanya. Petugas terasebut membuka paket buku tersebut dengan menyobek dan mengutak-utik dengan pisau. Tetapi beberapa saat kemudian meledak dan melukai tangan Dody, seorang petugas satpam dan seorang petugas Office Boy yang terkena serpihan bom tersebut. Tangan kompol Dody akhirnya harus diamputasi pergelangan tangannya karena sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Sebenarnya kompol Dody, tidak berkompeten untuk menjinakan bom tersebut. Menurut posedur tetap dari kepolisian yang berhak membuka bom tersebut adalah petugas tim gegana.

Setelah itu bom buku ini juga meneror Mantan Kadensus 88 yang kini menjabat Kepala BNN Gorries Mere di kantor BNN Cawang Jakarta beberapa jam kemudian.

Tidak hanya sampai disitu berikutnya menjelang tengah malam, Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno, juga menerima paket bom dalam buku di kediamannya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.

Penemuan bom buku di rumah Yapto diketahui setelah dia melaporkan peristiwa kiriman paket bom itu, pukul 21.00 WIB , Selasa (15/3) malam ke Polda Metro Jaya.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman mengungkapkan bom Utan Kayu dan bom Badan Narkotika Nasional berasal dari pengirim yang sama. Alamat pengirimnya sama. Bentuk paketnya sama bentuk buku dan dikirim melalui kurir. Polisi menjelaskan bahwa nama dan alamat pengirim buku tersebut adalah fiktif.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s