*Hukum-HAM

Pendidikan HAM Bagi Anak dan Remaja Indonesia

1508053456083.jpgPendidikan Hak Asasi Manusia Bagi Anak dan Remaja Indonesia

Permasalahan tentang Hak Asasi Manusia akan dihadapi oleh setiap manusia di masa datang bila harus hidup berdampingan dengan sesama manusia dan berhubungan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan Hak Asasi Manusia harus diberikan sejak dini secara baik dan benar agar kehidupan manusia lebih berkualitas di tengah eforia dan keblabasan terhadap kebebasan dalam mensikapi penerapan Hak Asasi Manusia. Dalam artikel ini terdapat berbagai topik permasalahan Hak Asasi Manusia yang harus diketahui anak dan remaja Indonesia

Persoalan utama dalam negara yang tengah melalui proses transisi menuju demokrasi seperti indonesia saat ini adalah penerapan Hak Asasi Manusia secara proposional sesuai hukum dan budaya bangsa.
Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan dan merupakan pemberian dari Tuhan.HAM Berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1

Contoh hak asasi manusia (HAM):

  • Hak untuk hidup.
  • Hak untuk memperoleh pendidikan.
  • Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain.
  • Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
  • Hak untuk mendapatkan pekerjaan.

Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia

  • Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Bahasa Inggris: Universal Declaration of Human Rights ; singkatan: UDHR) adalah sebuah pernyataan yang bersifat anjuran yang diadopsi oleh Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (A/RES/217, 10 Desember 1948 di Palais de Chaillot, Paris). Pernyataan ini terdiri atas 30 pasal yang menggarisbesarkan pandangan Majelis Umum PBB tentang jaminan hak-hak asasi manusia (HAM) kepada semua orang. Eleanor Roosevelt, ketua wanita pertama Komisi HAM (Bahasa Inggris: Commission on Human Rights; singkatan: CHR) yang menyusun deklarasi ini, mengatakan, “Ini bukanlah sebuah perjanjian… [Di masa depan] ini mungkin akan menjadi Magna Carta internasional…”

Eleanor Roosevelt dengan terjemahan Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia terjemahan Bahasa Spanyol.

  • Sampai sekarang sejak proklamasi Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia, beberapa negara telah memproklamasikan deklarasi yang serupa. Contohnya meliputi Bill of Rights di Amerika Serikat, dan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara di Perancis.

Penyusunan

  • Setelah terjadinya berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Nazi Jerman setelah Perang Dunia II, terdapat sebuah konsensus umum dalam komunitas dunia bahwa Piagam PBB tidak secara penuh mendefinisikan hak-hak yang disebutkan. Sebuah pernyataan umum yang menjelaskan hak-hak individual diperlukan. John Peters Humphrey dipanggil oleh Sekretariat Jenderal PBB untuk bekerja dalam suatu proyek dan menjadi penyusus pernyataan umum tersebut. Humphrey juga dibantu oleh Eleanor Roosevelt dari Amerika Serikat, Jacques Maritain dari Perancis, Charles Malik dari Lebanon, and P. C. Chang dari Republik Cina, dan lainnya. Proklamasi ini diratifikasi sewaktu Rapat Umum pada tanggal 10 Desember 1948 dengan hasil perhitungan suara 48 menyetujui, 0 keberatan, dan 8 abstain (semuanya adalah blok negara Soviet, Afrika Selatan, dan Arab Saudi).[2] Walaupun peran penting dimainkan oleh John Humphrey, warga negara Kanada, Pemeritah Kanada pada awalnya abstain dalam perhitungan suara tersebut, namun akhinya menyetujui pernyataan tersebut di Rapat Umum.

Respon
Dalam pidatonya pada tanggal 5 Oktober 1995, Paus Yohanes Paulus II menyebut UDHR “salah satu dari eskpresi hati nurani manusia yang tertinggi”.

  • “Secara keseluruhan, delegasi dari Amerika Serikat percaya bahwa ini adalah dokumen yang bagus – bahkan dokumen yang hebat – dan kami mengusulkan untuk memberikannya dukungan penuh. […]Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia ini mungkin akan menjadi Magna Carta internasional seluruh manusia dimanapun.”

Eleanor Roosevelt, 9 Desember 1948

  • Pernyataan oleh Marcello Spatafora atas nama Uni Eropa pada tanggal 10 Desember 2003: “Lebih dari 55 tahun yang lalu, kemanusiaan telah membuat suatu kemajuan yang sangat banyak dalam mempromosikan dan melindungi hak-hak asasi manusia, terima kasih atas kekuatan kreatif yang dihasilkan oleh Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia, tidak perlu diragukan lagi adalah dokumen paling berpengaruh dalam sejarah. Dokumen yang luar biasa, penuh dengan idealisme tetapi juga kebulatan tekad untuk belajar dari masa lalu dan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Yang paling penting, Pernyataan Umum ini menempatkan hak-hak asasi manusia di tengah-tengah kerangka prinsip dan kewajiban yang membentuk hubungan di dalam komunitas internasional.”

Kritikan

  • Negara-negara muslim secara dominan, seperti Sudan, Pakistan, Iran, dan Arab Saudi, sering mengkritik Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia atas kegagalan pernyataan ini memahami konteks relijius dan kebudayaan negara-negara non-Barat. Tahun 1981, perwakilan Iran untuk Amerika Serikat, Said Rajaie-Khorassani, mengeluarkan pendapat atas posisi negaranya mengenai Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia, dengan berkata bahwa UDHR adalah “sebuah pemahaman sekular dari tradisi Yahudi-Kristen”, yang mana tidak bisa diimplementasikan oleh muslim tanpa melalui hukum-hukum Islam.

Berbagai Contoh Pelanggaran HAM

  • Genosida
  • Orang hilang di Indonesia
  • Perdagangan manusia
  • Kejahatan perang
  • Penyiksaan
  • Kejahatan terhadap kemanusiaan
  • Perbudakan

Berbagai Peristiwa di Indonesia yang Patut diduga terjadi Pelanggaran HAM

  • Agen Oranye
  • Operasi Burung Kondor
  • Christian Von Wernich
  • Daftar orang hilang di Indonesia
  • Insiden Alastlogo
  • Insiden Dili
  • Kasus Kedung Ombo
  • Kerusuhan Mei 1998
  • Pelanggaran hak asasi manusia oleh Tentara Nasional Indonesia
  • Penculikan aktivis 1997/1998
  • Penembakan misterius
  • Penginterniran orang Jepang-Amerika
  • Perdagangan anak
  • Perdagangan manusia
  • Peristiwa 27 Juli
  • Peristiwa Gejayan
  • Operasi Burung Kondor
  • Terorisme negara
  • Tragedi Lampung
  • Tragedi Semanggi
  • Tragedi Trisakti
  • Marsinah

Organisasi hak asasi manusia

  • Better World Links on Human Rights Organizations⁠
  • Amnesty International⁠
  • Anti Slavery⁠
  • ARTICLE 19⁠
  • Justice For The World⁠
  • Freedom House⁠
  • Global Rights: Partners for Justice⁠
  • International Helsinki Federation for Human Rights⁠
  • Forum 18 News Service⁠ pelayanan berita kebebasan beragama
  • Citizens Commission on Human Rights⁠ – didirikan oleh Gereja Scientology yang
  • kontroversial
  • Memorial⁠
  • The Carter Center⁠
  • Human Rights Watch⁠
  • Human Rights in Russia⁠
  • UN High Commissioner for Human Rights⁠
  • University of Minnesota Human Rights Library⁠
  • International Freedom of Expression eXchange⁠
  • Human Rights Campaign⁠
  • Southern Poverty Law Center⁠
  • Tolerance⁠
  • Yayasan Montagnard⁠
  • Olympic Watch: Hak Asasi Manusia di Tiongkok dan Beijing 2008⁠
    Imparsial

Sumber : wikipedia dan berbagai sumber lainnya

Iklan

Kategori:*Hukum-HAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.